Manusia Unik

Tumbuhan Unik

Binatang Unik

Recent Posts

Inilah Mesin Cuci Genggam Terkecil di Dunia

Add Comment
Inilah Mesin Cuci Genggam Terkecil di Dunia - Saat rumah terkelola dengan baik, penghuni bisa memiliki waktu untuk keluarga tanpa harus dipusingkan masalah elektronik.

Sesuai tagline "Mudahkan Hidupmu" merek produk elektronik peralatan rumah tangga asal Jepang, Aqua Japan meluncurkan produk barunya, yakni Coton Handy Washer.


Inovasi ini mirip cara kerja mesin cuci biasa namun ukurannya yang sangat kecil dibandingkan mesin cuci biasa.

"Produk Coton, merupakan mesin cuci terkecil di dunia. Ukurannya yang compact, bisa dibawa saat perjalanan. Hasilnya sama seperti mesin cuci," ujar Executivve General Manager Sales and Distributin Aqua Japan Indonesia Fajar Surya di Jakarta, Senin (16/5/2016).

Fajar mengatakan, produk ini diharapkan menjadi gaya hidup masa kini. Seperti diketahui, banyak orang yang melakukan perjalanan namun merasa risih ketika pakaiannya terkena noda.

Membersihkan dengan tisu basah atau setetes air saja tidak cukup. Produk ini juga bisa digunakan pada pakaian yang terkena noda sebelum dicuci menggunakan mesin cuci biasa.

Jenis-jenis noda yang bisa dihilangkan antara lain noda bekas makanan atau minuman. Sementara efektivitasnya, tergantung dari seberapa banyak noda yang membekas pada pakaian.

Namun, rata-rata dalam waktu 1-2 menit, noda bisa hilang dengan menggunakan produk ini. Harganya sendiri dibanderol Rp 990.000.

Mesin cuci genggam ini memiliki panjang 176 milimeter dan berat 200 gram. Untuk mengoperasikannya, produk tersebut perlu menggunakan 3 unit baterai A3.

Sementara itu, Aqua Japan sendiri telah berada di Indonesia sejak 1970 dengan merek Sanyo. Pabriknya di Cikarang sudah beroperasi sejak 1996 dengan memproduksi lemari pendingin atau kulkas.(Berita Unik)

Dugong : Bukan Dudung dan Dong-dong

Add Comment
Dugong : Bukan Dudung dan Dong-dong - Dugong (Dugong dugon) merupakan jenis mamalia laut yang dilindungi dan merupakan salah satu spesies dari 20 spesies prioritas yang menjadi target penting Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Mamalia ini dilindungi oleh Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. Selain itu, ada juga Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Dugong memiliki ancaman kehidupan yang tinggi. Secara alami dugong memiliki reproduksi yang lambat. Dibutuhkan waktu 10 tahun untuk menjadi dewasa dan 14 bulan untuk melahirkan satu individu baru pada interval 2,5-5 tahun.

Ancaman lainnya yaitu tertangkapnya dugong secara tidak sengaja oleh alat tangkap perikanan (bycatch), perburuan masif untuk pemanfaatan daging, taring, serta air mata dugong yang disinyalir memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Dalam keterangan resmi yang diterima Beritagar.id, Rabu (20/4/2016), upaya konservasi dugong dan habitatnya di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah tetapi juga didukung oleh sejumlah lembaga internasional, seperti United Nation Environment Programme-Conservation Migratory Species (UNEP-CMS) yang bekerjasama dengan Mohamed bin Zayed Species Conservation Fund (MbZ) melalui program Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP).

DSCP merupakan program regional yang dilaksanakan di tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Sri Lanka, Mozambik, Madagaskar, Timor Leste, dan Vanuatu.

Selain konservasi dugong, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mendorong daerah agar menginisiasi ekosistem padang lamun sebagai habitat kunci dugong untuk menjadi Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD).

Lamun, tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin, adalah makanan utama dugong sehingga kehidupan mamalia ini sangat tergantung padanya. Saat ini, menurut data dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI), ada 25.752 ha padang lamun yang tervalidasi dari 29 lokasi di Indonesia.

Karena kajian dan survei tentang dugong masih terbatas, populasi hewan ini di Indonesia belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Agus Dermawan, pada 10 tahun lalu dugong di perairan Indonesia tinggal seribu ekor. Demikian dikabarkan Tempo.co.

Keberadaan dugong dan padang lamun sangat penting untuk menjaga ekosistem laut karena banyak spesies ikan lain yang hidup berdampingan di wilayah tersebut. Jika salah satu rusak maka yang lain akan terkena imbasnya.

Pada akhirnya, manusia pula yang dirugikan jika hewan ini punah.

Berikut ini kami sajikan 7 fakta dan informasi menarik tentang Dugong.

1. Penampilan Fisik Dugong

Bentuk dan ukuran mamalia ini secara umum dapat dibandingkan dengan lumba-lumba. Perbedaannya, dugong memiliki kepala yang tidak terlalu melengkung (streamline) serta tidak memiliki sirip punggung.


Dugong memiliki ekor mirip lumba-lumba. Dugong dewasa berwarna coklat muda dan dugong muda berwarna coklat pucat. Dugong memiliki mulut besar untuk membantu mencari makanan rumput laut.

Mamalia bertubuh besar ini memiliki sirip berbentuk seperti dayung serta memiliki telinga dan mata yang terletak di sisi kepalanya dengan moncong yang besar.

2. Makanan Dugong

Seperti disebutkan sebelumnya, dugong adalah mamalia pemakan tumbuhan (herbivora) dengan makanan terutama berupa rumput laut. Menggunakan moncongnya, dugong mencabut rumput dari dasar laut kemudian menggoyangkan kepalanya untuk menyingkirkan pasir.

Biasanya, mamalia ini hanya memakan rumput laut pada kedalaman 1-5 meter, namun dugong juga dikenal mampu menyelam untuk mencari makan hingga kedalaman lebih dari 20 meter.

Dugong sanggup menahan nafas selama 6 menit, untuk kemudian muncul kembali ke permukaan laut untuk mengambil nafas. Mamalia ini harus makan setidaknya 50 kilogram rumput laut setiap harinya.

Ia dikategorikan sebagai binatang nokturnal atau binatang malam, yang artinya hanya akan mencari makan ketika malam hari.

3. Habitat Dugong

Menurut Shark Bay, Australia barat merupakan rumah terbesar bagi populasi dugong Australia. Terdapat setidaknya 10.000 ekor dugong di perairan Australia barat dan sekitar 80.000 ekor di seluruh perairan Australia.

Binatang ini biasanya juga hidup di perairan Indo Pasifik. Terutama di perairan hangat seperti Indonesia bagian timur, Afrika timur, dan Australia. Penyebaran mamalia ini juga tidak terlalu jauh, binatang ini hanya akan hidup di daerah sekitar dia dilahirkan.

Kawasan tempat tinggal yang paling disukai adalah kawasan yang tenang, hangat, dan dangkal, seperti kawasan teluk, dan juga hutan bakau.

4. Reproduksi Dugong

Dugong ini hidup secara berkelompok, di dalam kelompok tersebut biasanya terdiri atas 5 hingga 10 ekor, yaitu induk betina, dugong jantan, dan anak-anaknya. Ada kalanya anak-anak dugong yang sudah sedikit dewasa hidup sendiri dan tidak bersama induknya.

Dugong memiliki usia hidup yang hampir sama dengan manusia, sekitar 70 tahun. Yang menjadi masalah adalah proses reproduksi mamalia ini cukup lambat, sekitar 3 hingga 7 tahun sekali, dan setiap melahirkan hanya ada 1 ekor saja.

Dugong akan siap bereproduksi ketika umurnya mencapai 9 atau 10 tahun. Demi keamanan, biasanya para dugong yang hendak melahirkan akan mencari perairan dangkal untuk melahirkan anaknya, guna menghindari predator. Usia kehamilan dugong biasanya mencapai 12 hingga 14 bulan, bayi dugong akan hidup bersama induknya hingga berusia 1,5 tahun.

5. Komunikasi Dugong

Sama seperti lumba-lumba, dugong menggunakan suara bernada seperti kicauan, peluit, gonggongan, dan suara lainnya untuk berkomunikasi dengan dugong yang lainnya.

Masing-masing suara memiliki arti tersendiri, misalnya suara kicauan memiliki frekuensi antara 3 dan 18 kHz dan hanya berlangsung sekitar 60 ms. Suara inilah yang digunakan dugong untuk mencari makan di dasar laut dan melalukan patroli wilayah.

Dugong juga menggunakan indera penciuman yang memungkinkan mereka untuk merasakan bahan kimia dalam lingkungan mereka untuk tingkat tertentu. Ini dapat digunakan untuk mendeteksi dugong lainnya atau kemungkinan besar untuk mencari makan.

Mereka bisa mencium bau tanaman air dari jarak jauh dan karena itu mereka juga bisa menentukan di mana tempat buruan berikutnya.

6. Sumber Makanan bagi Predator

Karena gerakannya yang lambat, dugong sering menjadi mangsa mudah bagi hewan pemangsa. Predator alami dugong antara lain hiu besar, buaya air asin, dan paus pembunuh.



Namun ancaman paling terburuk berasal dari polusi dan pembangunan di pesisir, yang menghancurkan padang lamun, serta lalu lintas kapal, keterikatan dalam jaring ikan, dan perburuan.

Jika menemukan kawanan dugong, disarankan untuk segera mematikan mesin perahu agar tidak melukai atau bahkan membunuh dugong yang sedang lewat di area itu.

7. Mengapa Dugong diburu

Dugong sering diburu untuk diambil daging dan minyaknya. Konon, minyak ikan duyung ini bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit tuberkulosis (TBC) dan nyeri persendian. Sedangkan taringnya sering digunakan untuk pembuatan pipa rokok.(Berita Unik)

Tinggali Rumah Separuh Indonesia dan Malaysia

Add Comment
Tinggali Rumah Separuh Indonesia dan Malaysia - Pulau Sebatik adalah pulau terdepan dari Kalimantan Utara, wilayah utaranya milik Malaysia sedangkan selatannya milik Indonesia. Salah satu rumah di perbatasan Indonesia - Malaysia terletak di Pulau Sebatik sangat unik. Uniknya rumah itu karena ruang utamanya di wilayah Indonesia, dan dapurnya di Malaysia.

Tinggali Rumah Separuh Indonesia dan Malaysia



"Iya rumah saya ini sudah lama dari tahun 1977, saya warga Indonesia. Sebenarnya tanah belakang rumah saya ini punya tetangga Malaysia, sudah kenal dekat. Bagian dapur dibolehkan sama tetangga untuk dibangun, dia baik tapi sekarang sudah meninggal," kata pemilik rumah bernama Mangapara, di Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Pulau Sebatik, Kalimantan Utara, Rabu (17/2/2016).



Rumah Mangapara terletak persis di tugu patok 3 yang menandakan tepatnya perbatasan Indonesia - Malaysia. Perbatasan itu dibatasi dengan tiang bendera merah putih kecil yang bertuliskan P3 (patok 3). Rumah Mangapara ini dicat bewarna Merah Putih sebagai tanda perbatasan Indonesia oleh salah satu provider seluler yang beroperasi di Indonesia.

Baca Berita PropertiZeynep Fadillioglu Perempuan Pertama Perancang Masjid

Di samping tiang pendek itu ada tiang bendera merah putih yang lebih tinggi yang bertuliskan 'Kokohkan Merah Putih di Tapal Batas'. Di sebelah tiang itu ada pos TNI AD yang menjaga perbatasan.



Mangapara lahir sejak 1961, pria asal Sulawesi Selatan ini mengaku lebih sering membeli kebutuhan pokoknya ke Malaysia daripada dari Indonesia karena alasan jarak yang lebih dekat. Ia tinggal menyewa speedboat yang ada di belakang rumah, tetapi karena paspor miliknya telah lama mati kalau mau membeli keperluannya ia titip ke tetangganya yang punya dokumen lengkap.

"Alasan saya suka belanja ke Malaysia itu karena dekatnya. Jauhnya perjalanan kalau harus ke Nunukan atau ke Tarakan. Kalau soal mahal, mahalnya enggak beda jauh dengan Indonesia, tapi kalau ke Malaysia setengah jam juga sampai, sedangkan kalau ke Nunukan dan Tarakan pakai speedboat lebih mahal, jaraknya bisa berjam-jam," ungkap Mangapara.

Ia mengaku kalau ke Malaysia dapat ditempuh sekitar 15-30 menit dari belakang rumahnya yang telah tersedia penyewaan speedboat. Sedangkan kalau ke Nunukan dan Tarakan harus menempuh perjalanan darat sepanjang 30 menit untuk sampai pelabuhan dan menempuh 30 menit lagi menyeberang ke Nunukan. Kemudian kalau dari Nunukan ke Tarakan bisa menempuh waktu 2,5 jam menggunakan speedboat sehingga hal itu kurang efisien menurut Mangapara.

Untuk ke Malaysia tepatnya kota Tawau, WNI yang mau masuk ke sana harus menggunakan paspor. Paspor milik Mangapara sudah lama mati, ia mengaku menitip ke tetangganya yang hendak ke Tawau untuk membeli keperluannya, misal minyak goreng, tapi kalau barang dengan jumlah sedikit ia hanya mencari di pasar.

"Sekarang pemerintahnya ketat, harus ada dokumen-dokumen kalau mau masuk Malaysia. Kalau mau lengkap lagi kami harus mengeluarkan uang satu juta rupiah baru sampai di Tawau (Program Poros Sentra Pelatihan dan Pemberdayaan Daerah Perbatasan di Kabupaten Nunukan). Itu pun harus ke Nunukan dulu, padahal kalau dari sini naik speedboat saja Rp 150 ribu sudah sampai Malaysia, lebih dekat lagi," paparnya.

"Iya sudah tahu kalau mau masuk secara resmi ke Nunukan dulu. Kalau dulu sudah bisa secara resmi berangkat dari sini ke Malaysia, tapi sekarang dihapuskan. Kalau dulu boleh sekarang enggak boleh artinya menyengsarakan masyarakat. Mudah-mudahan pemerintah yang akan datang membantu masyarakat memudahkan masyarakat mengurus dokumen ke seberang. Boleh mengurus masyarakat, memudahkan masyarakat menyeberang," tuturnya.

Ia berharap kalau di Pulau Sebatik ada toko Indonesia yang menjual kebutuhan pokok dengan harga tidak jauh dari Malaysia. Ia sangat berharap kalau pemerintah membantu rakyat di perbatasan ini untuk dapat berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan dekat.

Di Pulau Sebatik ini masyarakarnya menggunakan dua mata uang, mereka bisa memakai Ringgit dan Rupiah sekaligus. Penggunaan Ringgit diberlakukan karena untuk digunakan para pedagang untuk ke Malaysia sebagai modal berbelanja lagi.

Dukanya tinggal di perbatasan selain keperluan bahan pokok ada juga kebutuhan air bersih. Mangapara sering membeli air bersih seharga 70 ribu satu tangkinya untuk digunakan mandi dan mencuci.

Sementara aliran listrik di Sebatik menurutnya sudah lebih baik daripada dulu karena sudah jarang mati lampu. "Paling hanya beberapa jam," imbuhnya.

Saluran tv dan sinyal handphone pun menurutnya bisa menangkap sinyal dari Indonesia dan Malaysia. Untuk acara televisi, ia mengaku lebih suka siaran tv Indonesia karena lebih bervariasi berita dan hiburannya. (Hanya di Indonesia untuk Berita Unik)

Jam Paling Akurat di Dunia Berhasil Diciptakan

Add Comment
Jam Paling Akurat di Dunia Berhasil Diciptakan - Tim fisikawan di Jerman teah menciptakan arloji paling akurat di dunia. Mereka membuat jam atom baru yang dengan perhitungan waktu bergerak sesuai dengan gerakan ion iterbium. Penelitian itu dilakukan oleh N. Huntemann, C. Sanner, B. Lipphardt, Chr. Tamm, dan E. Peik dari Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB).

Disebut jam optik single ion, perangkat ini bekerja dengan mengukur frekuensi getaran frekuensi ion iterbium yang terombang ambing, bolak balik ratusan triliun kali per detik antara dua level energi yang berbeda. Ion ini terjebak dalam sebuah kisi optik sinar laser yang memungkinkan ilmuwan menghitung gerakan ion iterbium per detik untuk mengukur waktu begitu akurat.



Jam tidak akan mengalami kehilangan atau penambahan waktu barang sedetik selama beberapa miliar tahun. Hingga saat ini, jam paling akurat adalah jam atom cesium. Perangkat ini berisi pendulum atom cesium yang tereksitasi dnegan gelombang mikro. Jam inilah yang menjadi standar untuk definisi waktu menurut standar internasional (SI).

Menurut jam atom cesium paling akurat di dunia, satu detik adalah waktu yang diperlukan untuk 133 atom cesium mengalami transisi antara dua tingkat energinya. Waktu yang diperlukan sebanyak 9.192.631.770 siklus getaran.

Peneliti di seluruh dunia telah menyempurnakan jam atomik mereka. Jam yang dibuat oleh ilmuwan, ahli atom dari Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB) ini 100 kali lebih akurat dibandingkan jam cesium yang ada saat ini.

"Ini lebih akurat dan stabil dibandingkan jam cesium," kata tim.

Perhitungan jam atom iterbium ini hanya memiliki ketidakpastian sangat kecil. Iterbium merupakan unsur kimia perak. Ilmuwan berpendapat ion ini adalah jenis yang sempurna untuk menghitung akurasi waktu. Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Physical Review Letters.(Berita Unik)