Pesepakbola Dipenjara karena Men-Tackle


Unik Tapi Fakta - Untuk pertama kalinya di Inggris, seorang pesepakbola dipenjara akibat melancarakan "tackle horor" yang membuat lawannya mengalami cedera parah. Siapa pemain tersebut?


Soal tekel horor bisa jadi menjadi pembicaraan yang tengah marak di Inggris, menyusul cedera parah yang dialami pemain Arsenal Aaron Ramsey.

Belum genap seminggu setelah cederanya Ramsey, tekel horor kembali terjadi di sebuah laga sepakbola. Bahkan insiden kali ini sampai menyeret pelakunya ke balik jeruji besi.

Kejadiannya berlangsung dalam kompetisi Sunday league football, sebuah kompetisi semi-amatir di Inggris antara Long Lawford melawan Wheeltappers.

Pemain Lawford Mark Chapman melakukan tekel horor yang mematahkan kaki pemain Whelltappers Terry Johnson, yang membuat karir Johnson di ambang kata akhir.

"Kejadian ini menghancukran hidup saya. Saya tak akan bisa bermain sepakbola lagi," ujar Johnson seperti dikutip dari Eurosport.

Pria yang juga berprofesi sebagai teknisi listrik itu juga tidak bisa bekerja kembali dan butuh sokongan keluarganya untuk menjalani hidup.

Akibat perbuatannya, Chapman dihukum penjara selama setengah tahun. Dalam pembelaannya, pihak Chapman membandingkan dengan kejadian yang dilakukan pemain Stoke City Ryan Shawcross yang tekel horor-nya membuat Ramsey cedera di kancah Liga Primer.

Namun hakim Robert Orme menolak pembelaan tersebut.

"Apa yang Anda lakukan merupakan kejadian yang disengaja. Perbuatan Anda membuat Mr. (Terry) Johnson mengalami patah kaki yang parah dan sangat mengerikan," tukas Orme.

"Saya menerima penyesalan yang segera Anda ajukan dan ada sejumlah upaya yang meringankan yang bisa membantu Anda."

"Namun saya juga harus mempertimbangkan posisi korban dan mempertimbangkan tindakan kriminal yang merupakan kesengajaan dari Anda," tuntas sang hakim.

FA mengonfirmasi bahwa ini merupakan kejadian pertama seseorang dipenjara karena insiden di dalam pertandingan.

"Ini merupakan kejadian pertama ada seseorang dipenjara karena tekel. Sebelumnya ada dua kasus yang membuat orang harus dipenjara karena insiden di lapangan, tapi belum ada yang seperti ini," demikian keterangan dari juru bicara FA.
(detiksport)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »