Video Pelatihan Tetoris di Aceh, Terkait dengan Kedatangan Dulmatin?

Unik Tapi Fakta - Teroris Aceh kini menjadi hot isu atau hanyalah pengalihan isu, yang jelas di berbagai media melansir pemberitaan mengenai aksi teroris aceh tersebut yang katanya bukan dari GAM. Belum selesai persoalan mengenai kasus bank century ini kini muncul lagi isu di Aceh yang diduga kuat dari jaringan internasional Al Qaidah.

Teroris Aceh

Dalam video berdurasi 1 jam 15 menit 33 detik yang diunduh dari alufuq.wordpress.com, para teroris di Aceh tampak bersenjatakan AK-47 dan M-16. Sejumlah teroris terlihat dalam rekaman sedang berlatih menembak didalam hutan. Pihak yang mengaku mengupload video ini adalah divisi Media Tandzim Al Qoidah Indonesia.

Video ini dimulai dengan mengutip Al-Quran surat An-Nisa. Dilanjutkan dengan kompilasi berbagai foto dan video mengenai kasus Talang Sari, Lampung, peristiwa Tanjung Priok, DOM di Aceh, kerusuhan Poso dan Ambon.

Video kemudian berlanjut ke suasana di hutan Aceh diiringi rekaman ceramah dari Syaikh Abdulloh Azzam dan Usamah bin Ladin.

Sementara, suasana camp para teroris juga terekam. Puluhan orang dengan tenda-tenda sederhana tidur dihutan. Para teroris juga menjalani gemblengan fisik seperti lari dan latihan menembak. Namun, tak ada wajah yang terlihat jelas karena sengaja ditutup atau di blur.

Setelah itu, tiga orang sambil memangku senjata memberikan pernyataan agitasi tentang jihad. "Jihad itu

Namun sayang kita sudah tidak bisa melihat video teroris aceh tersebut berhubung blog Al Qaedah ACeh di Alufuq.Wordpress.Com sudah disuspend dari pihak Wordpress.




Berita Terkait Lainnya

Polisi telah meringkus 21 orang yang diduga teroris di Aceh. Penyergapan dengan kontak senjata itu menewaskan tiga anggota polisi, termasuk dari satuan Detasemen Khusus 88 Mabes Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Rabu 10 Maret 2010 membeberkan 21 nama teroris yang dibekuk dalam penyergapan di Aceh.

Ternyata dari 21 teroris yang ditangkap di Nangroe Aceh Darussalam, banyak yang berasal dari luar daerah. Mereka tidak hanya berasal dari Aceh, tapi juga Depok, Pandeglang, Tanah Abang, Manggarai dan wilayah lainnya.

Saat ini, di internet beredar video latihan di kamp teroris yang dikepung di Aceh. Penggerebekan yang menewaskan tiga polisi itu berlangsung di Lamkabeu, Aceh Besar pada Kamis 4 Maret malam.

Dalam video terlihat ada seorang pria sedang memberikan ceramah dengan latar belakang tulisan berbahasa Arab warna hitam. Pria tadi memberikan ceramah dengan kondisi yang tidak biasa.

Pria itu terlihat memberikan ‘tausiah’ sambil memegang senjata AK-47. Berikut video yang berdurasi sekitar 8 menit itu. (detik.com)



Tim Densus 88 Mabes Polri masih terus memburu teroris yang bersembunyi di NAD. Sebuah kelompok yang mengklaim dirinya sebagai Al Qaidah, muncul di internet dan membuat pernyataan soal kegiatannya di NAD.

Di blog yang diberi judul 'TANDZIM AL QOIDAH INDONESIA SERAMBI MAKKAH' ini, mereka menegaskan terus bertahan dari pengejaran. Mereka juga akan tetap melanjutkan jihad meski ada anggotanya yang tertangkap atau tewas. Dalam blog ini juga disebut soal tekad mereka melawan kaum Zionis Yahudi.

Selain itu, mereka meminta agar jihad yang dilakukannya dapat diikuti oleh yang lain. Blog ini juga berharap doa dan dukungan untuk mereka.

Inilah pernyataan lengkap mereka yang beralamat di http://alufuq.wordpress.com/ yang diposting pada 2 Maret 2010.

TANDZIM AL QOIDAH INDONESIA SERAMBI MAKKAH

Bismillahirohmanirrohim

Kami Tandzim Al Qoidah Indonesia Wilayah Serambi Makkah dengan ini memberikan penjelasan kepada umat islam yang tercinta bahwa sampai hari ke-10 pengejaran Thogut terhadap kami, kami dapat bertahan melanjutkan jihad meskipun sebagian saudara kami ada yang tertawan dan syahid. Dan dengan ini kami tegaskan kepada umat islam bahwa kami berpegang pada janji kami untuk berjihad melawan Zionis Yahudi, salibis dan Murtaddin sampai Allah tetapkan kemenangan bagi kami atau syahid di jalan Allah biidznillah.

Adapun kepada umat kami yang tercinta kami ingatkan bahwa jihad hari ini hukumnya Fardhu’ain, penundaan terhadap jihad menyebabkan maslahat ketika itu hilang. oleh karena itu membantu, mendukung, mendo’akan, Infak fii sabilillah dan datang ke medan Jihad adalah keharusan yang tidak ada udzur ketika jihad fardhu’ain.


Divisi Media
Tandzim Al Qoidah Indonesia Serambi Makkah

Abu Saif Al Acehi


Belum diketahui apakah jaringan ini benar-benar berhubungan dengan teroris yang sedang diburu oleh Densus 88 di Aceh. Namun yang pasti, Mabes Polri sendiri sangat serius melihat kegiatan di Aceh tersebut.

Terbukti Mabes kembali menambah jumlah pasukannya di kawasan itu. Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri menyebut ada 30 orang teroris lagi yang masih bersembunyi di Kampung Lamkabeu, Desa Lamteuba, Aceh Besar. (detik.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »