Batik + Matematika = Batik Fraktal

Unik tapi Fakta -  Batik mungkin biasa bagi orang Indonesia. Namun jika ditanya batik fraktal, mungkin ada yang bingung atau tidak tahu. Bingung karena fraktal sebelumnya hanya dikenal dalam matematika dan fisika.

Batik fraktal merupakan penemuan Pixel People Project, sebuah kelompok riset desain di Bandung. Kelompok ini didirikan Nancy Margried, Muhamad Lukman, dan Yun Hariadi. Berawal dari iseng-iseng mendesain gambar tumbuhan dengan teknik fraktal ternyata malah menghasilkan sebuah desain mirip batik. Batik fraktal.


"Batik fraktal adalah motif batik tradisional yang ditulis ulang secara matematis," seperti didefinisikan dalam www.pxlpplproject.com. Hasilnya penulisan ulang dimodifikasi lebih kompleks atau diubah formulanya sehingga menghasilkan motif yang baru atau berbeda. Motif fraktal ini kemudian digunakan baik dengan teknis batik tradisional atau dengan mesin laser.

***(Secara sederhana, fraktal adalah konsep matematika yang membahas kesamaan pola pada semua skala. Pola batik yang sudah diterjemahkan dalam rumus fraktal ini dapat dimodifikasi dengan bantuan teknologi komputer sehingga menghasilkan desain pola baru yang sangat beragam. Keragaman desain ini dapat dilihat dari grafis, warna, ukuran, sudut dan perulangannya. Proses pembuatan motif Batik Fraktal dapat memecahkan masalah keterbatasan desain motif batik, bahkan dapat menghasilkan banyak motif secara cepat, mulai dari yang sederhana sampai yang sangat unik)***

Namun, masih dalam situs yang sama, Muhamad Lukman, Pixel People Project Research and Design Group; Yun Hariadi; dan Drs Achmad Haldani Destiarmand, M.Sn dari Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung, menyatakan, batik itu sendiri membawa karakteristik fraktal. "Kompleksitas (fraktal) muncul karena kepatuhan pada pakem (arti simbolis, harmoni dan simetri) dan pembatasan media (canting dan lilin," kata mereka.


Karena bisa dibahasakan secara matematis, lebih jauh, Pixel People Project mengembangkan perangkat lunak batik fraktal. Program berbasis Java ini memudahkan seorang pemula sekalipun untuk mengembangkan motif batik dalam formula fraktal. Hasil desainnya lalu disimpan dalam format png.

Dan alhasil, kreativitas mereka ini mendapat penghargaan dari United Nations Education, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), badan Perserikatan Bangsa-bangsa, di bidang kebudayaan pada awal Oktober 2008. UNESCO menilai Batik Fraktal memiliki kualitas tinggi dan berpotensi besar di pasar internasional. (VIVAnews)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »