Buah Para Dewa, Mau Coba?

Unik tapi Fakta - Buah yang satu ini sekilas mirip dengan kesemek. Lapisan kulitnya mulus mengkilap dengan warna oranye pucat hingga kemerahan yang menggiurkan. Saat digigit kress... rasanya yang manis renyah benar-benar lezat. Mau coba?

Konon buah oriental yang dikenal dengan nama 'Persimmon' ini berasal dari Cina. Namun buah dengan rasa manis ini juga tumbuh di Jepang, Korea, Burma, Himalaya, Amerika, Australia. Sedangkan di Indonesia, persimmon memang tidak begitu populer meski menurut penelitian buah ini mengandung serat dua kali lebih banyak dibandingkan apel.


Nama latin persimmon adalah 'Diospyros' yang berarti buah para dewa. Kata persimmon sendiri berasal dari putchamin atau pasiminan yang berarti buah kering, dimana kata tersebut diambil dari bangsa Algonquin, Indian yang dulu tinggal di sepanjang sungai St. Lawrence bagian timur Canada.

Pohon persimmon memiliki bunga yang sangat cantik dan menghasilkan buah yang cantik pula. Buahnya berwarna oranye kemerahan mengkilap memiliki rasa yang manis, tidak sepat dan harus segera dimakan sebelum teksturnya menjadi terlalu lembut. Sedangkan jenis persimmon lain yang berwarna lebih terang biasanya cenderung memiliki rasa sepat hingga teskturnya lebih lembut.

Rasa sepat yang terkandung dalam buah ini sebenarnya karena persimmon memiliki kandungan tannin yang tinggi. Tannin sendiri merupakan zat yang sering ditemukan dalam teh. Saat buah menjadi matang dengan rasa lebih manis maka zat tannin tersebut akan menghilang.

Selain memiliki serat lebih banyak daripada apel, persimmon mengandung sodium, potasium, magnesium, kalsium, zat besi, vitamin C dan asam fenolik sejenis antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Di Indonesia meski tak banyak dijual namun persimmon bisa dijumpai di berbagai supermarket yang menjual buah import pada musim tertentu. Tertarik mencicipinya?

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »