Pemda Jepang Jadi 'Mak Comblang' Karyawannya

Unik tapi fakta - Bukan rahasia lagi, kaum muda Jepang kini enggan menikah. Sementara pemerintah mencemaskan angka populasi yang terus menurun.

Maka, tak ada jalan lain, pemerintah di Prefektur Gifu memutuskan untuk mencomblangi sendiri para karyawannya yang masih lajang. Memanfaatkan momen Hari Valentine, dua lusin karyawan yang masih menjomblo diajak ke Kota Kani untuk diajari cara menciptakan romantisme dengan rekan lawan jenis mereka.

Tiga jam acara yang digelar di sebuah taman mawar juga menampilkan sesi belajar berdandan dan bergaya bagi perempuan dan latihan kencan serta latihan proyeksi suara untuk pria.

"Banyak pria tidak tahu bagaimana membuat diri mereka menarik bagi wanita," kata penyelenggara acara, Tomoyo Matsuda, kepada ABC News. "Mereka hanya tahu berbicara tentang pekerjaan dan hobi. Tapi mereka tak bisa melakukan percakapan yang mengesankan pada pertemuan pertama."

Gifu adalah salah satu prefektur di Jepang yang angka populasinya menurun tajam. Hampir sepertiga penduduk dewasa di bawah usia 50 masih lajang, menurun 10 persen dibandingkan satu dekade lalu.

Sebuah studi terpisah menemukan lebih dari sepertiga remaja pria berusia 16-19 di Jepang tidak menunjukkan minat pada seks. "Anak laki-laki Jepang sangat pemalu," kata Sadakazu Ootsuka, remaja 16 tahun. Salah satu alasannya, kata dia, mereka takut ditolak dan terluka.

Jepang adalah salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Lebih dari seperempat warga Jepang berusia di atas 65.

Dalam sebuah survei pemerintah baru-baru ini, 61 persen pria yang belum menikah berusia 18-34 mengatakan mereka tidak punya pacar. Setengah dari perempuan yang tidak menikah yang disurvei mengatakan mereka puas dengan status mereka dan belum berpikir untuk mengubah status dengan menikah.

"Antara kerja dan rumah, ada sedikit kesempatan untuk bertemu orang lagi," kata Megumi Shiga, 40 tahun, yang menjadi salah satu peserta perjodohan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »