Fakta Unik tentang Ka'bah

Fakta Unik tentang Ka'bah - Sebagai umat muslim yang taat, kita pastinya sudah tahu apa itu Ka’bah. Karena Ka’bah sendiri dibangun untuk menjadi tempat ibadah sekaligus kiblat sholat maupun hal-hal yang berkaitan dengan ibadah umat muslim lainnya.

Fakta Unik tentang Ka'bah

Fakta Unik tentang Ka'bah
Fakta Unik tentang Ka'bah

Usut punya usut, Ka’bah pada hakikatnya berasal dari kata ka’bu yang berarti mata kaki atau tempat melangkahkan perputaran kaki. Dalam istilah lain, Ka’bah juga dikaitkan dengan kata ka’bain yang bermakna dua mata kaki, sumbu bumi, mata bumi atau bahkan kutub putaran utara bumi.

Disamping menjadi kiblat bagi peribadatan umat muslim, Ka’bah ternyata menyimpan berbagai fakta unik yang masih sedikit masyarakat belum mengetahuinya. Mau tahu seperti apa fakta unik tersebut? Baca selengkapnya disini.

Zero Magnetism Area
Di antara kutub utara dan selatan, ada sebuah daerah yang dinamakan dengan zero magnetism area. Dengan kata lain, apabila seseorang menggunakan kompas di daerah tersebut, maka jarum pada kompas tidak akan bergerak sedikit pun. Hal ini disebabkan karena daya tarik antara kedua kutub sama besarnya di daerah tersebut.

Tekanan Gravitasi Tinggi
Masjidil Haram dan sekitarnya merupakan suatu wilayah yang mana memiliki tingkat gravitasi tinggi. Hal ini mengakibatkan frekuensi radio, satelit bahkan peralatan teknologi lainnya pun kesulitan mempelajari apa saja isi di dalam Ka’bah.

Disisi lain, tekanan gravitasi juga membuat kadar garam beserta aliran sungai bawah tanah menjadi tinggi. Dapat dipastikan jika hal tersebut merupakan sebab kuat mengapa kita tidak merasakan panas saat shalat di Masjidil Haram meskipun tanpa atap di atasnya.

Sinar Radiasi Keluar dari Ka’bah
Bumi seringkali mengeluarkan semacam radiasi berupa medan magnet setiap harinya. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang mana pada saat itu sempat viral pasca dipublikasikan melalui media internet.

Namun, entah karena alasan apa video tersebut terhapus atau bahkan hilang dari dunia maya setelah 21 hari lamanya tayang. Meskipun begitu, keberadaan radiasi tersebut tetap saja diteliti oleh para ilmuwan di dunia.

Hingga akhirnya mereka memastikan jika radiasi tersebut benar-benar ada di kota Makkah, tepat di mana lokasi Ka’bah ini berada. Radiasi tersebut memiliki sifat infinite yakni tidak berujung atau tidak pernah berhenti sama sekali.

Sebagai Pusat Waktu Bumi
Mekkah atau Greenwich? Perdebatan ini mulai memanas semenjak 4 dekade terakhir. Seseorang berpendapat bahwa Ka’bah atau Makkah adalah pusat waktu seluruh dunia karena lokasinya yang berada di pusat bumi.

Sayangnya, pendapat tersebut masih belum bisa diterima oleh beberapa pihak yang masih beranggapan jika Greenwich adalah pusat waktu.

Yang jelas, Makkah tidaklah dilalui oleh garis GMT. Karena Makkah terletak di nol bujur sangkar. Sehingga tidak dilewati oleh garis Greenwich yang bermula dari Inggris.

Sehingga kaum muslim akan lebih mudah menentukan waktu ibadah sholat jika Mekkah ditetapkan sebagai pusat waktu bumi.

Energi Positif Terpancar dari Ka’bah
Ka’bah menjadi kiblat bagi setiap orang yang saat sholat di seluruh dunia. Shalat yang khusyuk tentu akan membuat energi positif dari tubuh kita terpancar.

Hal ini juga berlaku untuk Ka’bah yang mana tempat tersebut menjadi pusat setiap muslim yang memancarkan energi positif mereka ke Ka’bah tatkala sedang shalat.

Artikel Terkair : Fakta Unik Hajar Aswad

Energi positif tersebut akan selalu ada sepanjang waktu. Hal ini dikarenakan waktu salat yang mengikuti pergerakan matahari. Jika wilayah bumi sebelah barat telah melaksanakan shalat dhuhur, maka wilayah bumi bagian timur sedang melaksanakan shalat Ashar, begitu seterusnya.(Berita Unik)

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »